Sunday, 16 September 2018

CARA RESEP MEMBUAT TAPE SINGKONG

Resep Membuat Tape Singkong

Alat :
1. Garpu/Cangkul
2. Pisau
3. Piring
4. Baskom

Bahan :
1. Singkong
2. Ragi
3. Air
4. Daun Pisang

Cara membuat:
1. Ambil singkong yang siap panen secukupnya menggunakan garpu/cangkul
2. Kupas menggunakan pisau buang kulitnya
3. Buang serat singkong/kuliti manis singkong dengan cara di kerik/kerok menggunakan pisau
4. Balut dengan ragi
5. Simpan daun pisang dalam baskom
6. Taruh singkong yang telah d kuliti sari manisnya
7. Tutup dengan daun pisang
8. Simpan 4-5 hari
9. Tape siap di hidangkan dalam piring

Note : Agar rasa lebih nikmat, tape bisa di goreng kemudian taburi dengan gula pasir, makan dilengkapi air teh hangat.

PIDATO MEMBIASAKAN DIRI MEMBACA DAN MENULIS SEJAK DI SD


PIDATO
MEMBIASAKAN DIRI MEMBACA DAN MENULIS SEJAK DI SD

Assalammualaikum Wr. Wb

Alhamdulillah hirabbil alamin wasalatu wasalamu’ala asraffil ambiaiwalmursalin, waala alihi wasahbihi azmain ama ba’du. Allahuma robisrohli sodri wasir li amri wahlul ukdatamili sani yafqohu qohulli.

Puji dan syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, alhamdulilah berkat takdir-Nya kita semua dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam keadaan sehat wal’afiat.

Shalawat dan salam mudah-mudahan selamanya selalu tercurah kepada Nabi kita yakni Nabi Muhammad SAW, tidak lupa juga kepada para keluarganya, sahabatnya, tabiin atba’u tabiin dan mudah-mudahan kita semua mendapat safaatul uzma di yaumal akhir nanti. Amin Ya Rabbal Alamin…

            Peribahasa mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Jadi, sebelum menyampaikan isi pidato, izinkanlah saya memperkenalkan diri, nama saya Ade Indriani, asal sekolah dari SDN Hanjuang 1.

Dewan juri yang terhormat,

Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato yang berjudul:

MEMBIASAKAN DIRI MEMBACA DAN MENULIS SEJAK DI SD

Dewan juri yang terhormat,

Membaca dan menulis adalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan, terutama dalam kehidupan sehari-hari.  Kegiatan membaca dan menulis tidak selalu di peruntukan bagi mereka yang sekolah, kuliah dan bekerja, tetapi berlaku untuk semua orang. Sebuah slogan mengatakan bahwa “Membaca adalah Jendela Dunia” kata tersebut merupakan kata yang tepat dan dianggap benar karena dengan membaca dan menulis bisa menambah ilmu pengetahuan dan bias mengasah daya pikir otak kita untuk berkembangan. Saya mengambil salah satu contoh yaitu dengan membaca buku yang berisi mengenai Menara Eifel, tentu kita bisa mengetahui seluk beluk yang berkaitan dengan menara eifel tanpa harus jauh-jauh pergi ke paris. Dengan membaca buku tentang teknologi, tentu kita bisa mengetahui teknologi terbaru tanpa harus memilikinya. 

Membaca dan menulis adalah bekal bagi kita untuk masa depan kita sendiri. Dengan membaca, pengetahuan tentu akan bertambah. Bagaimana tidak? Semua yang ada di dunia ini bisa kita ketahui hanya dengan menggenggam sebuah buku lalu kita baca. Misalnya ada teman kita baru pulang setelah berlibur di Raja Ampat. Lalu dia bercerita. Kalau kita sudah pernah membaca tentang Raja Ampat dan teman kita bercerita, tentu kita akan menyambut cerita tersebut dan kita akan bisa dengan mudah memahami ceritanya karena sebelumnya kita sudah tahu tentang Raja Ampat walaupun kita belum pernah ke sana. Bayangkan jika kita tidak tahu sama sekali. Tentu kita hanya bisa mengangguk dan hanya menjawab dengan kata "ohh". Iya tidak?

Dewan juri yang terhormat,

Membaca akan berpengaruh besar pada kemampuan menulis kita. Jika kita masih susah untuk menulis, maksudnya adalah susah mengembangkan sebuah tema untuk ditulis, artinya kemampuan membaca kita masih belum maksimal. Seseorang yang memiliki kemampuan membaca yang baik, pasti dia akan mudah menuangkan ekspresi yang ada di kepalanya dengan mudah. Itu karena pengetahuannya sangat baik karena rajin membaca. Misal kita diminta menulis tentang liburan ke Jepang. Kita belum pernah ke Jepang, tapi sudah pernah membaca buku tentang daerah wisata di Jepang. Tentu tulisan kita akan sangat mudah kita buat dan orang tentu akan senang membacanya.

Jadi, kebiasaan membaca dan menulis ini sangat perlu kita maksimalkan. Sejak kapan? Jawabnya adalah SEKARANG! Sejak kita berada di sekolah dasar agar menjadi bekal kita di masa depan dan menambah pengetahuan kita semua. Dewan juri yang terhormat,

Dewan juri yang terhormat,

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan saya sebagai generasi muda dapat mencintai budaya sendiri, dan berharap bisa di ikuti oleh rekan-rekan saya yang lainnya.

Terima kasih atas perhatiannya. Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada satu orang pun yang terlepas dari ke alfaan, mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangannya.

Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum Wr. Wb.